Kamis, 28 Agustus 2008

Di Balik Lensa




Mencari rejeki di laut untuk sesuap nasi atau mencari kehidupan yang lebih layak.Meski sudah dilarang oleh Pemkab Bangka Barat,para penambang timah dilaut Jungku ini tetap saja membandel dan terus menjalankan aktivitas mereka.Kalau ditanya, jawab mereka selalu,"kami ini hanya mencari sesuap nasi".Sementara pemilik modal terus mengeruk kekayaan alam laut Bangka.Haruskah ini dibiarkan berjalan terus yang akhirnya merusak lingkungan dan ekositem laut? Sementara sebagian masyarakat kecil masih ada yang mengunakan kayu bakar untuk memasak.Dilain sisi laut,bagi anak-anak merupakan tempat bermain yang sangat mengasyikan.

Tidak ada komentar: